Yuk Lihat Beragam Seni Menghias Kopi Susu ala Italia

1.. Latte Art Hewan Lucu

Lebah yang sedang hinggap di kelopak bunga. Cantik bukan?

Bahagia sekali ya sang anjing yang sedang berlari ini

Guk…guk…. mungkin dia mau ajak kita bermain he he

Gajah dan Singa pasti berteman baik di meja ini hi hi

Nah ini Kangguru, hewan khas dari tetangga kita, Benua Australia

.

.

2. Karakter Manusia (Klik Untuk Baca Selanjutnya…)

.

.

Punya Masalah Keuangan Keluarga? Inilah 7 Cara Ampuh Mengatasinya

Keuangan jadi topik yang paling menarik untuk dibahas. Topik ini memiliki daya tarik tersendiri karena menyangkut masa depan diri dan terutama keluarga. Keuangan yang tidak sehat dipercaya menjadi pemicu utama terjadinya pertengkaran rumah tangga. Parahnya, masalah ini dapat menyebabkan bertambahnya angka perceraian seperti yang sering jadi pemberitaan.

Tahun 2017 saja, ada ribuan angka perceraian di Indonesia. Angka ini pun lambat laun meningkat jika keluarga tidak mampu menyikapinya dengan bijak. Agar kondisi ini tidak terjadi terhadap keluarga kecil, lakukan cara ampuh atasi perekenomian keluarga seperti yang dijelaskan di bawah ini.

1. Ketahui Kondisi Keuangan Keluarga

Mengetahui kondisi keuangan keluarga adalah langkah awal yang perlu dilakukan. Poin ini meliputi jumlah pendapatan, jumlah pengeluaran, jumlah tagihan, dan jumlah simpanan setiap bulan. Beruntunglah kalau kondisi keuangan keluarga baik. Jika tidak, segera perbaiki dengan tips-tips berikut ini.

2. Membuat Anggaran Rumah Tangga

Setelah menjalani kehidupan rumah tangga, Anda pasti sudah memiliki gambaran ringkas mengenai pengeluaran dan pendapatan. Agar keuangan keluarga tetap sehat, luangkan waktu untuk membuat anggaran rumah tangga. Anggaran ini berisi alokasi pendapatan yang diterima setiap bulan untuk pos-pos pengeluaran selama satu bulan.

Anggaran rumah tangga yang hendak dibuat haruslah realistis. Artinya, sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Hindari untuk terlalu meminimalkan anggaran karena Anda perlu menikmati hasil jerih payah selama satu bulan.

3. Menetapkan Tujuan Keuangan Jangka Panjang

Manusia termotivasi untuk menabung karena ia memiliki tujuan keuangan jangka panjang. Anda juga punya tujuan keuangan, bukan? Tujuan keuangan memiliki ruang lingkup yang luas. Misalnya, beli rumah baru, apartemen baru, tanah, mobil, atau membiayai pendidikan anak.

Tujuan keuangan ini akan memberikan gambaran yang jelas mengenai sesuatu yang hendak dicapai di kemudian hari. Dalam hal ini, Anda perlu merancang tujuan keuangan dengan cermat agar uang yang dialokasikan sesuai dengan peruntukan.

4. Mencatat Pengeluaran

Agar keuangan keluarga aman terkendali, Anda perlu mencatat semua pengeluaran yang terjadi selama satu bulan. Pengeluaran sebaiknya dicatat dalam satu buku khusus. Buku ini dapat dijadikan sebagai pedoman untuk pengeluaran di bulan berikutnya. Ketika pengeluaran di bulan ini membengkak, Anda dapat belajar dari kesalahan sehingga pengeluaran di bulan berikutnya lebih kecil. Anda juga dapat meminimalkan beberapa pos pengeluaran apabila jumlahnya terlalu besar.

5. Mengevaluasi Keuangan

Seusai membelanjakan uang, lakukan evaluasi keuangan secepat mungkin. Caranya sangat mudah, yaitu dengan mencatat semua pengeluaran setiap hari. Pada hari berikutnya, Anda harus melakukan hal yang sama. Catatan ini dapat Anda jadikan sebagai perbandingan antara keuangan hari ini, bulan ini, tahun ini dengan hari esok, bulan depan, dan tahun berikutnya.

Kegiatan mengevaluasi keuangan dan mencatat pengeluaran berjalan beriringan. Di mana keduanya memiliki hubungan yang kuat dan berbanding lurus sehingga Anda dapat menghindari sifat boros.

6. Investasi Bulanan

Kehidupan keluarga lima tahun mendatang ditentukan keputusan hari ini. Jika keuangan sudah terombang-ambing sejak awal, hal ini akan terus berlanjut. Untuk itu, Anda perlu memikirkan kondisi keuangan dalam jangka panjang.

Salah satunya dengan berinvestasi. Investasi bukan hanya sekadar simpanan, melainkan juga sesuatu yang menguntungkan. Sebab apa yang Anda investasikan hari ini akan menuai keuntungan pada hari berikutnya.

7. Menggunakan Kartu Kredit dengan Bijak

Kartu kredit merupakan aset yang menguntungkan jika digunakan dengan bijak. Dengan kartu kredit, Anda bisa memndapatkan berbagai promo ataupun diskon saat berbelanja di supermarket atau fashion outlets. Kartu kredit juga memberikan potongan makan, menginap di hotel, dan reward yang menguntungkan bagi nasabahnya. Anda dan keluarga dapat memanfaatkan semua keuntungan ini untuk meminimalkan pengeluaran rumah tangga.

Lebih Teliti Mengelola Keuangan Rumah Tangga

Mengatur keuangan pribadi mungkin tidak sesulit mengatur keuangan rumah tangga. Sebab memang pos-pos pengeluaran rumah tangga jauh lebih banyak, terlebih saat Anda dianugerahi seorang anak. Untuk itu, Anda harus lebih teliti saat mengelola keuangan rumah tangga. Lakukan cara-cara di atas agar keluarga kecil tetap harmonis dan terhindar dari yang namanya perceraian.

Please disable your adblock for read our content.
Refresh