Probiotik – Bakteri Pencegah Kanker

Tidak semua bakteri merugikan. Ada pula yang menguntungkan bagi kesehatan tubuh. Salah satunya bakteri probiotik. Apa itu bakteri probiotik dan bagaimana peranannya bagi tubuh, Dr. Ir. Ingrid S. Waspodo, M.Sc., dosen Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Teknologi Indonesia, menuturkannya.

Saluran pencernaan manusia didiami oleh lebih dari 100 jenis mikroba yang jumlahnya mencapai 100 triliun organisme. Ada yang menguntungkan, dan tidak sedikit yang merugikan kesehatan, seperti Clostridium, Staphylococcus, Shigiella, E. coli, dan Salmonella. Mereka mengurai protein menjadi senyawa amonia dan amin yang bersifat racun.

Dalam organ hati, senyawa beracun seperti amonia akan diubah menjadi urea dan dibuang bersama air seni. Tapi, apabila melebihi kemampuan hati untuk menetralkannya, maka kehadiran mikroba yang tidak diinginkan tersebut justru mendorong proses penuaan organ hati dan jaringan tubuh lainnya.

Berbeda dengan bakteri laktat, Lactobacillus, Lactococcus, Leuconostoc, dan bakteri bifidus. Mereka akan mengurai gula, dan menghasilkan sejumlah besar asam laktat. Bakteri-bakteri itu dikenal sebagai bakteri yang berguna bagi manusia, karena dapat menjaga keharmonisan proporsi antara mikroba yang diinginkan dan yang tidak diinginkan dalam usus.

Mikroba untuk hidup

Probiotik (bahasa Yunani, probiotic = untuk hidup), dijabarkan oleh Huis in’t Veld dan Havenaar sebagai mikroba hidup, diberikan dalam bentuk kapsul berisi sel kering beku (freeze dried cells) atau makanan fermentasi. Ia hidup dan memperbaiki keseimbangan mikroba dalam saluran pencernaan manusia maupun hewan. Bentuk semprot aerosol diberikan sebagai terapi saluran pernapasan dan saluran kandung kemih.

Bakteri probiotik secara alami harus mampu hidup dan bertahan di sasaran terapi, bermanfaat, serta daya hidup dan aktivitasnya stabil selama proses pengolahan dan penyimpanan. Yang terpenting, harus non-patogen (tidak menyebabkan sakit) dan juga tidak terkontaminasi bakteri patogen, serta memenuhi GRAS (Generally Recognized As Safe).Bakteri laktat atau bakteri bifidus secara umum memenuhi kriteria itu.

Bakteri laktat yang sering dijumpai di dalam usus dan dapat mencapai usus manusia dalam keadaan hidup adalah bakteri bifidus (B. bifidum, B. infantis, B. breve, B. adolescentris, B. longum), bakteri laktobasilus (L. acidophilus, L. salivarius, L.fermentum). Sedangkan L. casei, L. plantarum, L. brevis, dan L.buchneri, hanya kadang-kadang dijumpai di usus, sehingga perlu diberikan dalam diet manusia. Bakteri laktobasilus lain (L. bulgaricus dan L. helveticus), serta Lactococcus cremoris, Streptococcus thermophilus, Lactococcus diacetylactis, merupakan kultur fermentasi produk susu dan sulit mencapai usus dalam keadaan hidup.

Bakteri probiotik dikenal sejak tahun 76 SM. Ahli sejarah Roma, Plinio, pernah menyarankanminum susu fermentasi untuk mengatasi keracunan dan infeksi saluran pencernaan. Tahun 1907, Metchnikoff memberikan penjelasan ilmiah tentang manfaat bakteri laktat dala yoghurt. Ia berpendapat, mengonsumsi yoghurt yang mengandung bakteri Lactobacillus spp. Dalam jumlah besar akan mengusir bakteri pembentuk racun yang hadir di usus manusia, sehingga  dapat memperpanjang usia dan mencegah terjadinya penuaan dini.

Tahun 1899, Tissier, peneliti Prancis yang juga asisten Louis Pasteur, menemukan bakteri bifidus dan merekomendasikan pemberian bakteri bifidus bagi bayo penderita diare. Ia percaya, bakteri bifidus akan mengusir bakteri penyebab gangguan perut.

Aplikasi pengobatan lain, di antaranya untuk mencegah infeksi saluran kandung kemih, mencegah konstipasi atau sembelit, melindungi diare pada bayi dan orang yang sedang melakukan perjalanan. Juga dapat menanggulangi efek pengobatan dengan antibiotik dalam jangka panjang, mencegah hiperkolesterol, mencegah terjadinya kanker usus dan pengeroposan tulang, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Karena kehadirannya dalam makanan adalah aman, peranan bakteri probiotik bagi kesehatan manusia menjadi penting. Selama lima belas tahun terakhir, terjadi peningkatan nilai penjualan produk yang mengandung bakteri probiotik, terutama bakteri laktat dan bakteri bifidus.

Antimikroba dan antikolesterol

Bakteri probiotik bersifat antimikroba terhadap bakteri patogen. Ia menghambat pertumbuhan mikroba patogen penyebab sakit perut, seperti Salmonella typhimurium, Clostridium difficile, Campylobacter jejuni, Escherichia coli, dan Shigella spp. Karena cocok dengan nutrisi yang tersedia, bakteri probiotik lebih unggul berkompetisi dengan mikroba patogen.

Selain itu, bakteri probiotik memproduksi senyawa metabolit, seperti asam organik, H2O2, dan bakteriosin. Ia juga merangsang terbentuknya sistem kekebalan tubuh, dan menciptakan sistem pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri patogen, seperti Gardnella vaginalis, Candida albicans, dan Chlamydia trachomatis pada saluran kandung kemih.

Bakteri probiotik menanggulangi lactose-intolerance. Bangsa Asia dan Afrika umumnya menderita lactose-intolerance akibat kekurangan enzim b-galaktosidase (laktase) maupun penurunan aktivitas enzim laktase selama terjadinya gangguan saluran pencernaan. Pada kondisi itu, mengkonsumsi susu segar menyebabkan banyak mengeluarkan gas (flatulensi), sakit perut, dan diare. Semua itu akibat dari ulah bakteri usus terhadap laktosa yang tidak tercerna dan menghasilkan gas H2, CH4, CO2, dan asam organik rantai pendek.

Susu fermentasi, semisal yoghurt, yakult, kefir, dadih (susu fermentasi tradisional dari Sumatra Barat), serta minuman bakteri bifidus dapat mengatasi gangguan perut. Sebab, laktosa digunakan oleh bakteri laktat, dan bahkan bakteri laktat mensuplai laktase (enzim b-galaktosidase) yang dimilikinya ke saluran pencernaan.

Bakteri probiotik juga menurunkan kadar kolesterol darah. Tingginya kadar kolesterol memberikan kontribusi terhadap timbulnya penyakit jantung koroner. Produk fermentasi susu menurunkan kadar kolesterol darah karena kandungan asam organiknya menghambat pembentukan kolesterol. Uji laboratorium secara in vitro oleh Gilliland membuktikan kemampuan mengurai kolesterol dari Lactobacillus dan Bifidobacteria.

Kolesterol bersifat hidrofobik, tidak mengalir bebas dalam darah, tetapi mengalir bersama-sama dengan lipoprotein, yaitu low density lipoprotein (LDL – senyawa penyebab aterosklerosis), dan high density lipoprotein (HDL). HDL mengikat kolesterol dalam sel, menurunkan kadar kolesterol darah, serta tidak mengendap dalam pembuluh darah. Bakteri bifidus akan mengubah kolesterol menjadi senyawa yang tidak dapat diserap, yaitu coprostanol.

Peneliti di Jepang dan Amerika membuktikan kemampuan sel bakteri laktat mengikat kolesterol secara in vitro sebesar 34%. Hepner dkk. menyimpulkan bahwa pemberian yoghurt (750 ml/hari) menurunkan kadar kolesterol darah. Diduga, itu akibat terikatnya kolesterol oleh sel bakteri laktat dalam bentuk HDL kolesterol.

Mencegah kanker

Penyebab kanker pada manusia diperkirakan berhubungan erat dengan menu makanannya, sehingga secara teoritis dapat dilakukan pencegahannya. Diet manusia mengandung sejumlah besar senyawa mutagen dan karsinogen alami, membentuk radikal oksigen, memicu terjadinya inisiasi proses degeneratif pada tubuh manusia, misalnya kerusakan DNA dan mutasi atau promosi, yang selanjutnya bisa berkembang menjadi kanker, penyakit jantung, penyakit degeneratif lain serta penuaan dini.

Bakteri probiotik terbukti berperan sebagai antikarsinogenik. Di negara pengkonsumsi daging dan lemak tinggi, misalnya, terjadi korelasi positif antara penderita kanker usus dengan menu makanan. Terkecuali masyarakat Finlandia, karena mereka mengkonsumsi yoghurt. Susu fermentasi bisa mencegah kanker karena bakteri laktat yang terdapat di dalamnya mampu mengurai dan menyerap senyawa karsinogenik.

Tahu 1980, Prof. Hosono dkk. berhasil membuktikan daya antimutagenik sel bakteri laktat terhadap karsinogenik, seperti azo dyes dan nitrosamin. Juga membuktikan kemampuan bakteri laktat (yang hidup maupun mati) dalam mengikat asam amino pirolisat yang mutagenik, karena komponen peptidoglikan dan polisakarida dalam dinding selnya. Di samping itu, bakteri laktat merangsang sistem kekebalan tubuh serta mengeluarkan senyawa yang mengnonaktifkan enzim-enzim tidak diinginkan dari bakteri fekal, seperti nitroreductase, azoreductase, dan b-glucuronidase, pengubah senyawa prokarsinogen menjadi karsinogen di usus besar.

Bakteri Lactococcus lactis ssp. cremoris dan Streptococcus thermophillus, serta Leuconostoc mesenteroides ssp. cremoris, mengandung enzim glutathione S-transferase (GSH), suatu antioksidan dan antimutagen.

Bakteri probiotik juga memperbaiki sistem kekebalan tubuh. Beberapa penelitian mutakhir membuktikan ampuhnya terapi dengan bakteri Lactobacillus acidophillus terhadap kanker usus, mencegah infeksi bakteri patogen enterik, serta mencegah tumbuhnya tumor. Pemberian Lactobacillus spp. kering kaku dan yoghurt memperlihatkan peningkatan sel pembunuh alami dan g-interferon dalam darah.

Bakteri probiotik memperbaiki nilai gizi. Seperti halnya makanan fermentasi lainnya, produk fermentasi susu lebih mudah diserap dan dicerna oleh usus. Di samping itu, berkadar laktosa rendah, tetapi tinggi kandungan asam amino bebas dan vitaminnya. Lactobacillus dan Bifidobacteria menghasilkan asam folat, niasin, thiamin, riboflavin, piridoksin, dan vitamin K.

Kalsium dalam yoghurt lebih mudah diserap karena terbentuknya asam laktat dan asam organik lain. Kondisi asam dibutuhkan untuk penyerapan kalsium, sehingga akan mencegah pengeroposan tulang pada para lansia (lanju usia).

Produk probiotik banyak beredar di pasaran Eropa, Amerika, dan Jepang, berupa susu fermentasi maupun ramuan farmasi bakteri laktat kering beku. Negara penghasil produk probiotik, antara lain Swiss, Jerman, dan Prancis. Sementara di Indonesia terdapat susu fermentasi bifidus yakult, dan beberapa jenis yoghurt, dadih maupun kefir (L. kefir).

Saat ini pemanfaatan bakteri laktat tidak lagi hanya sebagai kultur fermentasi susu agar produk menjadi lebih awet, pembentuk cita rasa dan nilai gizi yang tinggi, tapi lebih difokuskan kepada upaya terapi secara alamiah yang aman. Tinggal bagaimana peranan peneliti kesehatan, teknologi pangan, ekologi mikroba, serta komunitas bisnis dalam pengembangan dan pemasaran produk probiotik bermutu tinggi.

Please disable your adblock for read our content.
Refresh