Infeksi E.coli

Anda akhir-akhir ini menderita muntah-muntah, diare, sakit perut, dan semacamnya. Meskipun Anda selama ini menghindari makanan mentah, Anda pasti bertanya-tanya apakah Anda terkena infeksi E.coli atau tidak, khususnya karena sekarang ini E.coli sering diberitakan di berbagai media. Dan jika iya, apa yang harus Anda lakukan?

Akhir-akhir ini sering terjadi wabah E.coli yang didapatkan karena memakan makanan mentah, sehingga sangat penting Anda tahu apa gejalanya dan kapan harus ke dokter. Inilah jawaban atas enam pertanyaan penting mengenai tanda-tanda, gejala, dan pengobatan infeksi E.coli agar Anda bisa melindungi diri sendiri.

1. Apa itu E.coli dan bagaimana bisa tersebar?

Escherichia coli adalah bakteri yang ditemukan di lingkungan sekitar, makanan, serta usus manusia dan hewan. Kebanyakan E.coli tidak berbahaya, tapi ada beberapa jenis yang bisa menyebabkan kekacauan. Orang hanya bisa terinfeksi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. E.coli ukurannya sangat kecil sampai-sampai Anda tidak akan melihatnya pada makanan.

2. Apa saja gejala infeksi E.coli?

Kebanyakan E.coli tidak berbahaya dan sebenarnya merupakan bagian penting dari saluran usus manusia yang sehat. Walaupun begitu, ada juga E.coli yang mengakibatkan penyakit. Waspadalah pada diare, infeksi saluran kencing, penyakit pernapasan, infeksi aliran darah, dan penyakit-penyakit lainnya.

Penting diingat bahwa gejala-gejalanya tidak langsung muncul; faktanya, kebanyakan orang mulai merasa sakit 3-4 hari setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

3. Kapan harus ke dokter?

Setelah gejalanya dimulai, seseorang yang menderita infeksi E.coli biasanya akan sembuh dalam jangka waktu 5-7 hari. Akan tetapi, jika diare masih berlanjut setelah 3 hari sudah lewat dan mengeluarkan darah, diikuti demam tinggi atau muntah-muntah, itu berarti sudah waktunya ke dokter.

4. Bagaimana infeksi E.coli didiagnosa?

Diagnosis resmi infeksi E.coli bisa didapat setelah dokter mengambil sampel kotoran dan mengirimkannya ke lab untuk diuji apakah terdapat bakteri E.coli atau tidak.

5. Bagaimana infeksi E.coli diobati?

Sayangnya, tidak ada obat untuk penyakit yang disebabkan E.coli, dan pada umumnya dokter tidak akan menuliskan resep obat kecuali menyarankan Anda untuk banyak beristirahat dan minum cukup air. Akan tetapi, jika gejalanya sudah parah dan pasien harus dirawat di rumah sakit, sebuah infus biasanya akan dipasang untuk mencegah pasien dehidrasi.

Saat Anda menderita diare, mungkin obat anti diare yang kuat akan terlihat sangat menggoda, tapi hal ini sebenarnya tidak disarankan, sebab obat tersebut bisa mencegah tubuh mengeluarkan zat racunnya. Sebaiknya, konsumsi banyak cairan, seperti air, kaldu, sup jernih, dan gelatin. Hindari jus apel dan pir, kafein, serta alkohol. Dan saat Anda bisa memakan makanan padat, makanlah dengan pelan. Hindari produk susu, makanan berlemak, dan makanan yang tinggi serat. Makanlah makanan rendah serat seperti nasi, telur, biskuit dan roti.

6. Apakah penyakit ini menular? Dan bagaimana cara mencegahnya?

Biasanya, E.coli tidak menyebar dari orang ke orang melalui interaksi sehari-hari seperti batuk, bersin, ciuman, dan sebagainya. Jadi jika Anda terkena gejala-gejala dari bakteri ini, Anda tidak perlu khawatir menularkannya ke orang lain. Akan tetapi, bakteri ini tetap bisa menular melalui kontaminasi kotoran. Jika Anda tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet atau mengganti popok bayi, dan kemudian menyentuh makanan, Anda bisa menularkan bakteri ini. Cara terbaik mencegah penularan E.coli adalah dengan mencuci tangan.

Selain itu, kalau sudah berbicara tentang infeksi E.coli, lebih baik Anda berhati-hati. Jadi, jika Anda buang air besar dan berdarah, diare, demam tinggi, dan muntah terus menerus, serta semua ini berlangsung lebih dari tiga hari, kunjungi dokter Anda segera.

Please disable your adblock for read our content.
Refresh