Ilmuwan Membangun Rumah Paling Kecil Sedunia

Rumah kecil mungkin bagus bagi orang yang ingin rumah dengan harga lebih murah, lebih ramah lingkungan atau yang hanya tidak mau susah-susah membersihkan rumah yang terlalu besar. Menurut beberapa orang, makin kecil makin baik. Akan tetapi, ada satu rumah yang tidak akan mungkin dihuni seorang pun; rumah ini ukurannya kecil sekali, hanya mikroba yang bisa muat di dalamnya.

Sekelompok peneliti membangun rumah ekstra kecil ini dari membran-membran silika yang sangat kecil. Membran-membran ini dengan susah payah dibentuk, diukir, dan disusun menggunakan mikroskop elektron. Hasilnya adalah struktur yang berukuran sekitar seperseratus milimeter tingginya. Tepatnya, 15 mikrometer. Amuba paling kecil berdiameter hanya beberapa mikrometer mungkin bisa muat di dalamnya. Di lain sisi, bagi virus-virus lebih kecil, yang ukurannya cuma 20 nanometer atau 0,02 mikrometer, rumah ini pasti terasa seperti sebuah istana.

Meskipun rumah ini tidak akan pernah bisa ditinggali, membangunnya menunjukkan bahwa teknologi dapat digunakan pada proyek-proyek yang lebih praktis. Para peneliti mengatakan bahwa teknik-teknik mereka dapat digunakan untuk membangun komponen mikroskopis apapun, seperti nanoantena dan sensor yang bisa masuk ke dalam tubuh manusia.

Kita masih jauh dari memproduksi mesin-mesin nano, tapi rumah kecil ini sudah membuktikan bahwa hal tersebut sangatlah mungkin dilakukan. Semoga dalam beberapa dekade, kita sudah bisa memproduksi alat-alat dan struktur kecil di mana-mana, berkat beberapa mikroskop elektron industri.

Please disable your adblock for read our content.
Refresh