Bolehkan Konsumsi Lebih Banyak Cairan Saat Sedang Flu?

Kita semua sudah tahu rasanya hidung tersumbat, tenggorokan sakit, suara serak, sakit kepala yang biasa dan kesulitan menelan…itulah flu yang ditakutkan semua orang! Kondisi ini tidak begitu penting sampai-sampai perlu vaksinasi, tapi cukup signifikan sampai-sampai mengganggu kehidupan kita sehari-hari. Siapapun yang pernah menerima nasihat dari keluarga dan teman yang cemas tahu bahwa hal pertama yang dikasih tahu adalah minum banyak air.

Konsumsinya disarankan dalam berbagai bentuk, mulai dari teh jahe, teh hijau, air hangat, air hangat dengan lemon, susu dengan kunyit, dll. Meskipun masing-masing bahannya kemungkinan memiliki manfaatnya sendiri, pada dasarnya nasihatnya sama – yaitu minum banyak cairan. Benarkah hal ini sudah benar?

Manfaat minum cairan

Manfaat minum air paling utama adalah hidrasi. Memiliki cukup banyak air sangat penting untuk menjaga agar tubuh berfungsi setiap saat. Walaupun begitu, pada saat tubuh kita sudah lemah dan sedang melawan infeksi, hal terakhir yang kita inginkan adalah kekurangan air.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat penting, bahkan sebelum Anda terkena infeksi. Lendir yang melapisi lubang hidung kita itu lembab, yang berperan sebagai jebakan lengket untuk benda-benda yang mengakibatkan infeksi. Jika tubuh tidak terhidrasi, lendir akan mengering, sehingga mengurangi efisiensinya hingga setengah. Saat Anda sedang demam, panasnya cenderung mengeringkan sel-sel kita, jadi konsumsi cairan secara rutin akan sangat membantu.

Meskipun begitu, poin di atas juga berlaku dalam keadaan normal, seperti berkeringat, dll. Selama 4-5 dekade terakhir, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi cairan tambahan berguna selama flu, setidaknya untuk meredakan gejala atau durasinya.

Kerugian minum cairan

Air dianggap sebagai salah satu benda teraman untuk dikonsumsi. Meskipun tidak ada bukti bahwa terlalu banyak konsumsi cairan itu tidak bermanfaat, apa salahnya melakukan hal ini, bukan? Salah besar!

Air, seperti semua hal lainnya, juga dapat menjadi berbahaya jika berlebihan. Beberapa dokter percaya bahwa konsumsi air atau cairan apapun secara berlebihan akan memberi tekanan lebih pada ginjal kita. Hal ini tentunya bukanlah apa yang dibutuhkan tubuh kita yang sudah melemah.

Saat terjadi infeksi di saluran pernafasan bawah, studi telah menunjukkan bahwa terdapat kenaikan jumlah hormon antidiuretik yang disekresi. Oleh karena itu, kenaikan jumlah sekresinya berarti terdapat peningkatan penyerapan air.

Bahkan terdapat kondisi di mana level sodium di dalam tubuh kita menurun, sehingga mengakibatkan gejala mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dll. akibat ketidakmampuan tubuh untuk membuang air, atau karena konsumsi air yang berlebihan. Dalam kasus-kasus ekstrim, hal ini dapat mengarah pada konsekuensi yang lebih fatal, seperti koma, kematian, edema serebral.

Nasihat untuk meminum banyak cairan selama flu tidak bisa diberikan untuk siapa saja. Walaupun memang penting untuk menghindari dehidrasi, kita tetap tidak boleh mengonsumsi cairan secara berlebihan. Ginjal memiliki mekanisme umpan balik yang membuat kita merasa haus saat jumlah air menurun. Memerhatikan tanda-tanda yang diberikan tubuh adalah cara terbaik untuk mempertahankan keseimbangan dan memastikan Anda cepat sembuh ketika sakit.

Please disable your adblock for read our content.
Refresh