5 Cara Mengatasi Migrain

Bagi Anda yang pernah mengalami migrain, pasti sudah tahu rasanya ingin mengebor kepala sendiri untuk menghilangkan rasa sakit, tekanan, dan denyutannya. Migrain membuat mood turun drastis, dan memaksa Anda untuk berdiam diri di ruangan gelap dan sunyi selama berjam-jam.

Sayangnya, migrain relatif umum diderita orang: kira-kira sebanyak 6-9 persen dari kita pasti memilikinya. Meskipun migrain biasanya dimulai sejak masih muda, sebanyak 30-40% di antaranya mulai mendapatkan migrain pada usia 20-40 tahun.

Meskipun tidak ada obat untuk menghilangkan migrain secara permanen, Anda bisa mengatasinya untuk sementara – dan untuk melakukan itu, Anda harus tahu apa penyebab migrain. Inilah panduan kami untuk meredakan migrain yang parah.

Apa penyebab migrain?

Migrain sering dideskripsikan sebagai rasa sakit kepala yang ditingkatkan dengan steroid. Biasanya rasa sakitnya seperti berdenyut-denyut dan jangka waktunya beragam – dari 4 jam hingga 3 hari.

Migrain dapat diperparah dengan aktivitas fisik, cahaya, suara, dan bahkan bau. Anda juga kemungkinan merasakan mual dan/atau muntah. Migrain juga bisa diiringi oleh “aura”, yang dialami oleh kira-kira 20% dari penderita migrain. Aura terdiri dari berbagai perubahan, seperti visual, indra, kognitif, dan/atau kata-kata. Aura berlangsung selama 5-60 menit sebelum terjadi migrain.

Meskipun tidak ada yang tahu pasti apa penyebab migrain, menurut American Migraine Foundation, jika salah satu orang tua Anda menderita migrain, Anda juga 50-75% lebih mungkin terkena migrain juga.

Migrain merupakan kondisi turunan. Penyakit ini sudah diprogramkan ke dalam beberapa pasien, bahkan juga mereka yang memiliki gaya hidup sempurna, sudah menghindari semua hal pemicu migrain, dan mengkonsumsi obat yang sesuai – jika mereka sudah punya sejarah keluarga penderita migrain dan secara genetis rentan terhadap penyakit ini, pada suatu saat mereka pasti akan terkena migrain.

Selain turunan, migrain juga ditentukan oleh faktor gaya hidup. Hidup sehat merupakan langkah fundamental untuk mengontrol sakit kepala migrain. Pemicu-pemicu tertentu seperti pola makan tidak sehat, kurang olahraga, kurang tidur, pukulan ke kepala terus-menerus, atau stres akan menyebabkan migrain.

Bagaimana cara menyingkirkan migrain?

Hingga kini, tidak ada obat spesifik untuk menyembuhkan migrain, tapi penyakit ini bisa dikontrol dengan cara mengkonsumsi obat yang tepat dan hidup sehat – sama seperti penyakit-penyakit lainnya. Inilah beberapa cara untuk mengatasi migrain:

1. Konsumsi suplemen riboflavin atau magnesium

Beberapa suplemen termasuk vitamin B2 (riboflavin) serta magnesium telah ditunjukkan dapat bermanfaat untuk mencegah migrain. Terdapat artikel yang dipublikasikan di jurnal Headache pada tahun 2018 yang menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi 600 mg magnesium dapat mengurangi migrain mereka. Mengonsumsi riboflavin telah ditunjukkan dapat mengurangi migrain hingga 2 kali dalam sebulan.

2. Usahakan tingkat stres minimal

Stres merupakan pemicu migrain yang signifikan, sebab stres melepaskan banyak zat kimia yang dapat memicu migrain atau malah memperburuk migrain. Saat stres, zat kimia seperti epinefrin dan kortisol dilepaskan ke darah dan saat stres menurun dan zat kimianya berkurang, orang-orang kemungkinan akan mengalami sakit kepala akhir pekan.

3. Konsumsi obat sesuai resep

Obat migrain dibagi menjadi dua; abortif dan preventatif. Abortif dikonsumsi saat migrain dimulai untuk menghentikan migrain. Salah satu yang paling umum diresepkan adalah triptan. Sedangkan untuk preventatif, terdapat banyak pilihan obat bagi Anda. Obat anti kejang juga telah ditemukan dapat membantu mencegah migrain, seperti divalproex, valproat, dan topiramat.

4. Berhenti memakan makanan olahan

Junk food bisa jadi memperparah migrain Anda. Pemicu makanan berbeda-beda untuk setiap penderita, oleh sebab itu sangat penting untuk mengenali makanan apa yang memicu migrain Anda. Sekali dikenali, Anda sebaiknya menghindari makanan pemicu migrain Anda.

MSG (monosodium glutamat) dalam berbagai masakan, khususnya sup, pizza, keripik, dan makanan yang dibeli di luar telah ditunjukkan dapat mengakibatkan migrain. Ini juga termasuk soda, minuman energi, dan minuman berkafein lainnya, khususnya yang mengandung pemanis buatan.

5. Suntik Botox

Botox bukan hanya untuk keriput: sejak FDA menyetujui penggunaannya untuk mengobati migrain pada tahun 2010, Botox telah terkenal sebagai obat migrain. Meskipun pengobatan ini dikhususkan bagi orang yang menderita migrain parah (artinya migrain berlangsung selama 15 hari atau lebih sebulan), mereka yang baru menerima 2 kali pengobatan sudah melaporkan pengurangan 50% gejala migrain.

Please disable your adblock for read our content.
Refresh